Lomba makan coin dihari Kemerdekaan

10 Aug 2009

Diantara lomba-lomba dalam mengisi hari kemerdekaan yang paling kusukai adalah makan coin. Semoga ini gak aneh, cuman namanya doang gak sampe beneran makan coin kok. hehehe …

Biasanya sih gambarannya begini, coin yang digunakan bervariasi mulai dari coin 25,50,100 dan 500 Rupiah. Trus, coin-coin tersebut biasanya di tancapkan kedalam buah pepaya di semua sisi dari buah tersebut. Disamping itu, biasanya tancapan koin itu sangat dalam sehingga hanya tersisa 1/10 bagian saja sehingga nantinya akan menyulitkan bagi peserta untuk memakannya. Kemudian, pada seluruh bagian dari buah pepaya itu dilumuri dengan cairan seperti Oli warna hitam pekat, pokoknya nantinya akan membuat seluruh permukaan pepaya itu jadi licin dan terlihat hitam.

Aturan permainannya yaitu, beberapa buah pepaya yang sudah disiapkan untuk perlombaan itu di gantungkan di tali dan ketinggian dari bauh pepaya itu disesuaikan dengan ketinggian peserta dari lomba itu namun tentunya untuk menambah serunya perlombaan itu ketinggiannya agak di naikkan lagi sehingga posisi peserta saat memakan coin-coin tersebut harus mengangkat kakinya (jinjit).

Sebelum dimulai, panitia membacakan aturan permainan yang harus diikuti oleh semua peserta dan jika tidak dipenuhi peserta dinyatakan gugur. Biasanya aturannya adalah waktu yang diberikan hanya 15 menit saja, kedua tangan peserta wajib diikat dan dikebelakangkan, peserta hanya dapat mengambil coin dengan menggigitnya dan boleh untuk dijatuhkan ke tanah jika sudah diperoleh, peserta dilarang untuk membersihkan kotoran akibat oli yang nantinya melumuri bagian mulut dan mukanya.

Adapun Peserta yang dinyatakan menang dalam perlombaan tersebut yaitu peserta yang berhasil mengumpulkan uang dengan jumlah rupiah terbanyak dan jika jumlah uang yang diperolehnya sama maka dihitung dari banyaknya uang yang berhasil dikumpulkan, yang terbanyak yang menang.

Beranjak dari penjelasan diatas, pengalaman yang saya rasakan ketika mengikuti lomba tersebut ingin saya sharing ke temen-temen semua. Begini ceritanya anak-anak, hehehe …

Oke deh saya serius nih, di Desa Gempol tepatnya di sekolah saya ketika saya masih SD, kami seluruh keluarga besar sekolah SD Gempol ikut berpartisipasi untuk ikutserta dalam mengisi kegiatan untuk memperingati Kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 50 tahun. Hampir semua ‘penduduk’ sekolah ikutserta dalam kegiatan ini, adapun kegiatan/lomba yang kami adakan diantaranya Panjat Pinang, Sendok Klereng, Balap Karung, pensil masuk botol, sepak bola wanita, makan coin, dan Balap krupuk. Diantara lomba-lomba yang diadakan tersebut, saya ikut lomba makan coin aja …. kenapa? karena selain dapet duit dari coin yang dikumpulkan itu juga kalo menang dapet hadiah juga dan kalo kalah gak nyesel juga tetep dapet duit …. hehehe, sekali mendayung, satu dua pulau terlampaui.

Lomba makan coin dilaksanakan setelah lomba panjat pinang dan balap karung, peserta yang ikut hanya 10 orang dan dari 10 orang tersebut dibagi 2 sesi. Kebetulan saya dapat giliran di sesi 1 dan alhamdulillah saya dapet coinnya doang alias gak jadi pemenang hanya sebagai penggembira saja. hehehe …. Seru juga sih walaupun saya cuman ikut di 1 sesi aja namun serunya dapet. di sesi 1 itu saya berada di urutan ke 3 dari 5 orang yang berjajar menghadapi si pepaya ajaib itu, hanya 15 menit waktu yang disedeiakan wasit untuk menghabiskan seluruh coin dari pepaya. hitungan dimulai … 1,2,3 … dimulai. secara serempak seluruh peserta langsung menggigitin coin yang menempel ke pepaya itu. mulutnya berlumuran oli, mukanya sudah seperti tentara yang sedang latihan dihutan, gak jelas muka siapa itu jadinya. yang ada dibenak kami peserta lomba itu adalah bagaimanapun caranya supaya kami dapat menghabiskan semua coin itu sehingga tidak menempel lagi di pepaya berOli itu. tali yang menjadi penggantung pepayapun berayun betot sini betot sana pokoke hampir-hampir mau lepas …. serunya bukan main.

Kebahagiaan dapet, keakraban dapet, juga uangpun dapet, lumayanlah kalo bagi anak-anak seusia kami walupun dapet 500 Rupiah tapi bisa buat jajan dulalit/makanan dari gula yang dicetak sehingga bentuknya bisa bermacam-macam, ada angsa, coin, kuda dsb.

Merdeka, Merdeka, Merdeka …. untuk bangsa dan warga Indonesia

Hendra Nur Aulia

Email : hendranuraulia@gmail.com

HP : 081322311066


TAGS merah putih indonesiaku di blogdetik


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post